Kamis, 31 Mei 2012

Cloud Computing

Ini merupakan suatu hal yang berhubungan erat dengan internet. Cloud dimana diartikan sebagai awan ini sangat menggambarkan perumpamaan tentang internet. Pengguna dapat dengan mudah mengakses apapun dengan internet. Dengan cloud computing segalanya menjadi mudah, tak perlu direpotkan oleh prosedur-prosedur yang rumit. Karenanya cloud computing sekarang sedang ramai diperbincangkan, beberapa perusahaan pun sudah mulai menggunakannya.
Cara untuk memanfaatkannya dengan cukup mudah, tetapi perhatikan juga hal-hal negatifnya. Untuk menggunakannya mulailah dari hal-hal kecil. Sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan untuk mencoba komputasi awan, misalnya saja, email, calendars, contact, messenger, storage, document, photo, group, news, devices synchronization, family safety, mobile atau map.
Bisa juga untuk mempetakan kebutuhan bisnis ke layanan ini, bukan sebaliknya.
ImageLayanan ini disebut-sebut murah karena dapat menggunakan perangkat yang sudah dimiliki. Tapi layanan tersebut belum tentu lebih murah. Agar tidak terjebak dengan harga, hitunglah biaya keseluruhan seandainya sistem digunakan secara penuh. Lalu bandingkan dengan sistem lokal (on premise). Pelajari pula kemungkinan menggabungkan layanan ini dengan sistem lokal.
Apabila akan menerapkannya dalam suatu perusahaan maka perlu adanya sosialisasi dan pembelajaran tentang layanan ini kepada seluruh pegawai di dalam perusahaan. Jangan lupa untuk mempelajari kemungkinan masalah teknis seperti interoperabilitas, arsitektur dan integrasi. Pastikan format file yang dibuat melalui layanan ini sama persis dengan aplikasi lokal di sisi pengguna.

Rabu, 23 Mei 2012

mobil dinas mewah?

"mobil yang merupakan fasilitas mobil dinas untuk pejabat negara tersebut merupakan simbol negara"
ujar menteri komunikasi dan informatika, saat memperoleh mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon yang belum sempat dipakainya.
Dia menekankan untuk simbol-simbol negara, menggunakan uang negara untuk membeli mobil yang bagus semestinya tidak dipersoalkan. "Nggak ada masalah, toh uangnya ada kan?"
Pernyataan beliau yang dikutip dari VIVAnews tahun 2009 lalu.
apa sih arti itu? kenapa uang yang ada tidak dialokasikan ke hal-hal yang lebih ditujukan untuk kemakmuran rakyat? adakah peraturan yang transparan tentang ketentuan jenis mobil dinas? lebih memprihatinkan lagi pejabat-pejabat daerah mengapa juga mendapat jatah mobil mewah? adakah manfaatnya? tidakkah ini semakin menegaskan adanya kesenjangan sosial?

Selasa, 15 Mei 2012

sirat anggukan

Belajar dari yang ada, tak jauh-jauh...
didepan mata..
sempat terlepas dari pandangan, namun tetap terasa getir...
pernah menganggap sebelah mata, tapi kini bisa menatap penuh...
Belajar lagi, lagi, lagi dan lagi...
tidak hanya dengan satu objek saja..
Diam sambil membayangkan, bagaimana selanjutnya...
Menyerah?diam?selesai?
tidak untuk memikirkannya tapi harus memutuskannya, tetap atau pergi?
Ahhh...belum bisa untuk memutuskan...
Hanya bisa diam, tetap pada jalur aman..
bodoh..

Senin, 14 Mei 2012

Perbatasan-Beranda

Selama ini kita tahu bahwa Kalimantan Timur adalah daerah Perbatasan Indonesia dengan Malaysia..
Tidakkah kita menyadari arti dari Perbatasan? layakkah menjadi sebutan muka Indonesia?
Provinsi ini adalah salah satu daerah dimana letakknya berbatasan dengan negara lain dimana ada daerah lain yangberbatasan dengan negara lain yaitu yang ada di Irian Jaya yang berbatasan dengan Papua Neugini. Sadarkah bahwa beranda kita (daerah perbatasan) sangat terisolir? jangankan jaringan komunikasi, listrik saja belum teralokasikan penuh. Pembangunan yang terhambat dikarenakan harga bahan baku yang sanggat tinggi. Menurut Pejabat setempat, daya beli masyarakat saat tinggi. Mereka mampu membeli telepon seluler (handphone) namun hanya untuk sebatas foto-foto maupun mendengarkan musik saja, sama sekali tidak difungsikan sebagaimana mestinya telepon seluler yaitu sebagai sarana komunikasi. Tidak adanya tower dan provider yang membangun jaringan di tempat ini membuat informasi yang didapat masyarakat sangat minim.
Inilah gambaran kecil muka Indonesia, akibatnya sekarang kita di pandang sebelah mata oleh negara tetangga kita sendiri, Malaysia. Tidakkah sungguh miris? Di Ibu Kota sibuk dengan aktifitas memperkaya, di sisi lain beranda kita semakin terkikis oleh kemajuan bangsa lain.